LSI Denny JA: Berkat Jokowi, PDIP bertahan di puncak klasemen

Lembaga riset Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil penelitian yang dilakukan pada periode 28 April sampai 5 Mei 2018. Salah satu yang dipotret adalah elektabilitas partai politik berdasarkan tiga hal. Pertama, capres yang diusung. Kedua, berdasarkan program populer. Ketiga, berdasarkan skandal kader dan politisi.
Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa menuturkan, sebanyak 75,5 persen responden menyatakan, capres yang kuat mempengaruhi elektabilitas partai. Ini yang membuat PDIP masih bertahan di puncak klasemen. Sosok Presiden Joko Widodo atau Jokowi sudah terasosiasi dengan partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu.
Sebanyak 65 persen responden menyatakan Jokowi terasosiasi dengan PDIP. Sedangkan 20,0 persen menyatakan Jokowi terasosiasi gabungan partai lain. "Ini yang membuat PDIP bertahan (Jokowi) di puncak klasemen," ujar Ardian di kantornya, Jakarta, Selasa (8/5).
Dilihat dari program populer, 74,7 persen responden setuju bahwa program populer mempengaruhi kesukaan pemilih terhadap partai. Soal skandal di partai, 51,7 persen responden setuju skandal politisi mempengaruhi elektabilitas partai.
Dia mencontohkan perkembangan isu korupsi e-KTP yang sempat menyeret nama Puan Maharani dan Pramono Anung. Dari yang memilih PDIP, sebesar 77 persen tetap akan memilih partai berlambang banteng bermoncong putih itu. "10,7 persen tidak akan memilih PDIP. Tidak tahu atau tidak jawab sebesar 12,3 persen," ucap Ardian
Diketahui, dalam survei ini, PDIP kokoh di puncak klasemen dengan meraih 21,70 persen suara. Disusul kemudian Golkar dengan 15,30 persen, dan Gerindra 14,70 persen. Survei ini dilakukan dengan metode multistage random sampling, dengan jumlah responden 1.200 orang. Dimana menggunakan wawancara tatap muka responden, yang menggunakan kuesioner. Dengan margin of error lebih kurang 2,9 persen.






No comments