Tolak kerja sama dengan Pentagon, belasan karyawan Google mundur

Belasan karyawan Google mengundurkan diri dari pekerjaan mereka.
Hal itu dilakukan sebagai bentuk protes karena perusahaan tersebut
bekerja sama dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat untuk membuat
sebuah perangkat lunak untuk drone.
Program kontroversial disebut 'Proyek Maven' itu menerapkan program
kecerdasan buatan untuk mesin dan menganalisis rekaman drone yang akan
dikirimkan ke Pentagon. Program tersebut juga bisa mendeteksi objek
asing dan melacak gerakan.
Meski juru bicara Google mengatakan bahwa program ini dibuat bukan untuk tujuan yang menyimpang, namun para karyawan berpendapat lain.
Berdasarkan surat petisi ditandatangani oleh 4.000 karyawan Google, sebagaimana dikutip dari arstechnica, Rabu (16/5), teknologi dibangun untuk militer dan jika berhasil, maka hal itu bisa digunakan untuk tugas-tugas mematikan.
"Kami harap Google tidak bekerja sama dengan bisnis untuk berperang," tulis para karyawan Google dalam petisi tersebut.
Rupanya bukan hanya karyawan Google yang menentang proyek ini, Komite Internasional untuk Kontrol Senjata Robotika juga menyuarakan protes serupa. Bahkan, lebih dari 200 peneliti menandatangani petisi untuk menolak proyek yang didukung kecerdasan buatan itu.
Meski juru bicara Google mengatakan bahwa program ini dibuat bukan untuk tujuan yang menyimpang, namun para karyawan berpendapat lain.
Berdasarkan surat petisi ditandatangani oleh 4.000 karyawan Google, sebagaimana dikutip dari arstechnica, Rabu (16/5), teknologi dibangun untuk militer dan jika berhasil, maka hal itu bisa digunakan untuk tugas-tugas mematikan.
"Kami harap Google tidak bekerja sama dengan bisnis untuk berperang," tulis para karyawan Google dalam petisi tersebut.
Rupanya bukan hanya karyawan Google yang menentang proyek ini, Komite Internasional untuk Kontrol Senjata Robotika juga menyuarakan protes serupa. Bahkan, lebih dari 200 peneliti menandatangani petisi untuk menolak proyek yang didukung kecerdasan buatan itu.






No comments