Header Ads

Michael Wattimena: Bom Surabaya mengusik ketenangan hidup di antara pemeluk agama


Indonesia tengah berduka. Empat lokasi diguncang bom di Kota Surabaya, Minggu (13/5) kemarin. Sementara, enam belas orang tewas termasuk terduga pelaku bom bunuh diri di empat lokasi itu.

Ketua Umum Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Michael Wattimena mengutuk keras aksi keji tak berperikemanusiaan tersebut. Michael mendesak aparat kepolisian mengungkap sel-sel jaringan terorisme yang masih bersisa di Tanah Air.

"GAMKI mengutuk keras ledakan bom tersebut, apapun alasannya ledakan tersebut tidak boleh terjadi. Karena selain mengusik ketenangan hidup dan rasa curiga di antara pemeluk agama. Bom itu juga menelan banyak korban," kata Michael kepada wartawan di Jakarta, Senin (14/5).

Menurut Michael, gereja adalah tempat untuk datang beribadah, bertemu dengan Tuhan. Sehingga Michael menegaskan, tempat ibadah gereja tidak boleh dijadikan urusan bisnis ataupun politik. Di sisi lain, Indonesa harus menjadikan contoh keragaman dan kerukunan dalam umat beragama yang selama ini diakui dunia internasional.

Untuk itu, GAMKI mendorong Polri segera mengusut dan menangkap aktor dan kelompok yang mengaturnya. Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Demokrat ini juga meminta agar aparat negara seperti Polri dan Badan Nasional Pemberantasan Teroris (BNPT) segera mengungkap dan menumpas sel terorisme yang bersisa di Indonesia.

"Kita minta negara untuk hadir dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk aman dalam beribadah. Pesan ini dikirim kepada pemerintah khususnya Polri dan BNPT agar siaga. Tentunya kejadian ini menjadi pesan kepada pemerintah, karena belum memberikan rasa aman kepada rakyatnya," ungkap Michael.

Lanjut Michael, aparat penegak hukum perlu mendapatkan pelatihan khusus dalam mengantisipasi dan mengidentifikasi aksi teror sebelum kejadian. "Kita sudah merasa aman dalam kerukunan, tapi dengan ledakan tadi pagi menjadikan keresahan. Karenanya Polri harus berikan rasa aman dan nyaman," terang Michael.

Diberitakan sebelumnya, bom meledak di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Minggu (13/5) pukul 06.30 WIB. Tak lama bom kembali meledak di Gereja kristen Indonesia (GKI) Jalan Diponegoro pukul 07.15 WIB dan di Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno pada pukul 07.53 WIB. 13 Orang tewas dan 40 lainnya luka dalam insiden ini. Pelaku diduga satu keluarga, terdiri dari suami, istri dan empat orang anaknya.

Malam harinya, terjadi ledakan di salah satu ruangan di Rumah Susun Wonocolo Blok B lantai 5. Rusun itu berdekatan dengan perbatasan Kota Surabaya, yaitu sekitar 9-10 kilometer arah barat lokasi ledakan di tiga lokasi gereja di Surabaya pada Minggu (13/5) pagi. Di lokasi ini, tiga orang tewas dan tiga lainnya luka.

No comments

Powered by Blogger.